last child ft giseel-seluruh nafas ini

Minggu, 09 September 2012

pendakian yang menguji tekat


Pendakian gunung selamet
Bambangan, purbolinggo, jawa tengah, Indonesia
3428 mdpl
Anggota tim : faisal m mataiya, haidir, rendra ristiana, joem riani ganing

Pendakian yang menguji tekat


                Perjalanan kami mulai setelah 2 hari selepas lebaran, tepatnya tanggal 22 agustus 2012, dengan niat dan tekat yang bulat kami  ber 4 bertolak dari kampus sekitar jam 7 pagi.
22 agustus 2012
berangkat dari kampus

Pada awalnya kami berencana akan berangkat dari kampus jam 6 pagi, karena kami harus mengejar bis yang akan berangkat pada jam 7, namun sudah bukan hal yang aneh lagi, kita telat dan baru berkumpul jam 7, alhasil kami tiba di terminal cicaheum sekitar jam 8 dan mau tidak mau kami menggunakan bis ekonomi untuk melakukan perjalanan. Biyaya yang kami keluarkan untuk ongkos adalah Rp 50.000, harga yang terbilang mahal memang, dikarenakan tarif masih menggunakan tariff lebaran, harga itupun hasil tawar menawar kami dengan kondektur, yang awalnya kondektur mematok harga Rp 70.000. jam 9 roda bis mulai berputar menapaki jalan aspal di kota bandung menuju kota purwokerto, itu kota tujuan pertama kami. Sekitar 10 jam kami duduk dan menikmati perjanan, sekitar jam 7 malam kami tiba di terminal purwokerto, kami tidak langsung melanjutkan perjlanan, tetapi kami mengalami panggilan alam, perut kami keroncongan, dan kami memutuskan untuk beristirahat sebari member makan piaran yang ada di perut kami. Selesai istirahat dan makan, kami bergegas mencari kendaran yang bias membawa kami menuju base camp, memang sedari tadi kita istirahat dan makan, banyak calo yang menawari kami untuk mengantar ke base camp, tami kami terkendala dengan harga yang cukup mahal. Untuk carter satu angkot di tarif sebesar Rp 250 ribu, kemudian untuk menggunakan bis kota di tarip seharga Rp. 15.000 tu pun hanya sampai di serayu, untuk menuju base camp kami harus carter kendaraan lagi atau ojek, dalam pirankku memang wajar mereka memasang harga mahal, soalnya masih dalam suasana lebaran gitu loh…..diskusi beberapa lama, akhirnya kami memutuskan untuk carter angkot, namun dengan syarat “harus yang murah” soalnya kondisi keuangan kita semakin menuju jurang degradasi. Cukup lama mencari dan bernego dengan para supir angkot akhirnya kita dapat yang cukup murah yaitu Rp 175 ribu, dan kita pun mulai meninggalkan terminal pada jam 9 malam menuju base camp, dan tiba di base camp sekitar jam 11.

base camp dan pintu pemberangkatan bambangan


23 agustus 2012
                Lelap beristirahat dengan di selimuti udara yang begitu dingin akhirnya kita di bangunkan oleh kumandang azan subuh, dan kami bergegas melakukan shlat subuh yang dilanjutkan dengan beres-beres perlengkapan dan persedian air, karena sumber air satu satunya selama pendakian yaitu base camp ini. Kami mencukupi perbekalan air sebanyak 6 liter satu orang, dengan harapan kami tidak kekurangan air d atas sana, sambil berbenah kami di sajikan pemandangan yang memacu semangat kami untuk melakukan pendakian, puncak gunung selamet yang dihiasi kerlap kerlip cahaya yang berasal dari lampu senter para pendaki yang tengah berusaha untuk mencpai puncak. Setelah semua persiapan beres dan berdoa kamipun bergegas melakukan pendakian, kami harus mulai terbiasa dengan kondisi yang tentunya sangat menguras tenaga dan mental kita. Kaki kami harus mulai terbiasa untuk berjalan lebih lama dari biasanya, mata kamai yang harus terjaga lebih daripada biasanya, dan tekad kami yang harus lebih kuat daripada baja.

pos I


                Selama pendakian kami disuguhkan dengan trek yang berdebu dan menanjak dengan kemiringan yang cukup tinggi, tidak jarang kami beristirahat haya untuk sekedar mengendurkan otot-otot yang mulai menegang, dam tidak sedikit juga orang yang kami temui selama pendakian. Jam demi jam kami lalui pos demi pos kami lewati dengan butiran butiran keringat yang terus mengucur dari pori-pori kami yang membesar. Sepuluh jam berlalu dan 6 pos berhasil kami lewati, akhirnya kami tiba di pos 7, pos tempat kami melepas lelah .
suasana di hotel bintang lima (tenda)


                Selesai mendirikan tenda dan membereskan peralatan, saya mulai mencoba untuk memasak untuk menghilangkan teriakan-teriakan kecil di perut kami. Kami tidak menunda waktu lagi, setelah selesai melahap hidangan ala hotel bintang lima, kami bergegas utntuk beristirahat mengumpulakan energy, karena pada jam 3 pagi kami harus bangun dan melanjutkan perjalanan menuju puncak, pada jam 9 smuanya telah terlelap mengubur rasa lelah kami.
24 agustus 2012
                Jam satu pagi saya terbangun oleh rasa yang sangat tidak mengenakan yang saya alami, saya merasa mual dan enek, saya merasakan ada yang tidak beres dalam badan saya, pusing, lemas menyerang diri saya, saya mengalami mountain siknes piker saya, saya keluar dari tenda mencoba mencari udara segar, dan itu cukup berhasil mengurangi mual dan enek saya. Sampai jam tiga saya tetap terjaga dengan kondisi lemas, dan saya mulai membangunkan teman saya, karena kami harus melanjutkan perjalanan bila kami ingin menyaksikan terbitnya matahari di puncak.
                Jam 03.30 saya dengan tiga teman saya mulai menghentakan kaki lagi menyusuri jalan setapak yang berdebu, dalam hati saya berdoa, mudah mudahan saya di beri kemampuan dan keselamatan untuk mencapai puncak, setengah jam kita mendaki, kami mulai d hadapkan dengan trek yang berat, tanjakan pasir berkerikil dan berbatu, kami harus ekstra hati hati dalam melangkah dan mencari pegangan, karena kami harus sedikit merangkak dalam melakukan pergerakan karena tingkat kemiringan yang lebih tinggi dari sebelumnya, selain itu permukaan pijakan yang labil yang menjadi ancaman bagi kami, karena sewaktu-waktu tanah dan batu yang kami injak bias longsor dan menimpa orang di bawah kami.
trek menuju puncak


                Selama menuju puncak tidak jarang saya merasa lelah dan putus asa, karena puncak yang semakin didaki semakin tidak terlihat pucaknya, namun teman teman tidak lelah untuk saling memberikan semangat, dan tidak terasa setelah berjam jam kami mendaki kami mencapai puncak, dataran tertinggi ke 2 di pulau jawa, saya tidak mengira akan menginjakan kaki di dataran ini. Kami bertemu dengan orang yang telah mencapai puncak lebih dahulu, dan mereka memberikan selamat kepada kami.



 akhirnya puncak pun kita capai

                Waktu terus berputar, dan matahari sedikit demi sedikit menampakan dirinya, dan kami terkesima dengan pemandangan yang berada di depan kami, gunung sumbing dan gunung sindoro yang Nampak begitu megah dari kejauhan, lautan awan yang membuat kami seperti berada di negeri di atas awan, dan kehangatan yang di pancarkan dari matahari yang mulai merasuk kedalam tubuh yang sedari tadi menhan dingin hembusan angin di pagi hari. Kepuasan yang ga akan di dapatkan di tempat lain.
                Tidak sadar waktu sudah bergulir dan berada di angka 8, dan kamipun harus bergegas turun. Pukul 9 kami tiba di pos 7, pos dimana kami mendirikan tenda, kami segera membereskan semua peeralatan karena kami tidak mau sampai kemalaman ketika turun. Jam 10 kami telah selesai membereskan semuanya, dan mulai meninggalkan pos 7. Dalam pikiranku, “saya harus kembali menyusuri jalan setapak yang berdebu  dan melewati 6 pos lagi hmpppp…..tapi tak apalah setidaknya ini menuju pulang”

 pemandangan yang tersaji di puncak

                Semakin lama kaki semakin lelah dan pegal, karena semua beban ketika turun tertumpu pada kaki. Namun lelahpun hilang ketika kita telah sampai di pos satu. Setelah berjam jam menyusuri jalan sempit berdebu akhirnya perjalananpun hamper usai, tinggal melewati perkebunan untuk mencapai base camp.
                Jam 16.30 kami sampai di base camp, sambil istirahat kami mencari informasi apakah ada kendaran yang mau mengantarkan kami ke terminal purwokerto, namun lagi lagi kami berkendala dengan masalah biyaya, dan kami memutuskan untuk di antar sampai serayu, dan dari serayu kami berencana menggunakan bis kota menuju ke terminal purwokerto. Biaya yang harus kami bayar untuk sampai d serayu Rp 110 ribu menggunakan mobil pic up. Jam tujuh kami sampai di serayu dan jam 20.30 kami sampai di terminal purwokerto, di terminal kami bersih bersih mandi dan makan, kami memanfaatkan system sumber yang ada untuk mandi he…..kami nebeng di mesjid. Selesai beres beres kami menunggu bis yang bertujuan ke bandung, dan jam 10 kami telah duduk manis di dalm bis dan terlelap tidur karena cape, tahu-tahu jam 3 pagi kami telah tiba di terminal cicaheum.
siap pulang.....

25 agustus 2012
                Jam 3 pagi kaami tiba di terminal cicaheum, tidak menunggu lami kami segara mencari angkot jurusan caheum ciriyom yang bias membawa kami ke simpang dago, dan dari simpang kami sambung dengan angkot ruing dago, dan tidak sampai satu jam kami tiba di kampus jam 04.30. dan pendakian kali ini pun berjalan dengan lancer selamat kembali ke kampus.

The end

"setiap pendakian akan selalu menyisakan kisah yang akan selau kita bawa"

Selasa, 24 Juli 2012

nice trip to gunung gede



Gunung gede
Nice trip

Kelompok
Ketua kelompok: anwarudin (wang)
Anggota kelompok:    faisal m mataiya (embe)
                                                Rendra ristiana (ardner)
                                                Arif kustian (tile)
                                                Restu fuji fadilah (si kalem)
                                                Ratu nurdianti (si nenek)
                                                Widya novita sari (pendaki konyol)
Tanggal pendakian: 9-11 juli 2012
Ok pendakian kali ini kita berencan untuk melakukannya ke gunung gede yang berada di daerah puncak bogor, tim yang siap untuk mengikuti trip kali ini bisa di lihat di atas, perjalanan kali ini di ketuai oleh seorang pmimpin koplak hahahah yaitu anwarudin yang memiliki peribadi kepemimpinan. Setelah selesai melakukan menejemen perjalanan dan mengumpulkan orang pada hari senin 9 juli 2012 jam 14.30 kami memulai perjalanan, dan perjalanan kami di lepas oleh beberapa juragan SBSM, yaitu teh rani, uda leo dan teh tifa dan tidak lupa teh jum yang melepas kepergian kakandanya faisal m mataiya (embe)
Pelepasan di kampus STKS BANDUNG
Senin 9 juli 2012
16.30 wib
Pendakina kali ini merupakan pendakian saya yang ke dua kali ke gunung gede, namun kali ini pendakian dilakukan melalui jalur gunung putri. Perjalanan dilakuakan oleh 5 orang Dari kampus STKS yang beralamat di jalan IR. H Juanda No. 367 sekitar jam 16.30 kami menggunakan angkot jurusan kelapa dago menuju jalan Dipatiukur tempat bis kota berada, dari kampus kita membayar ongkos Rp. 2000 perorang, dan melanjutkan dengan menggunakan bis kota dari dipatiukur menuju terminal lewi panjang dengan ongkos Rp 2000 per orang, jam 18.00 kita sampai di terminal lewi panjang, kita tidak langsung naik bis namun kita beristirihat sejenak untuk mengisi perut untuk persiapan perjalanan yang mungkin cukkup melelahkan dan membosankan berada di dalam bis. Jam 18.30 kami bergegas naik bis jurusan bandung merak, karena ini satu satunya bis yang melewati pasar cipanas, untuk mencapai pasar cipanas kami mengeluarkan biayaya Rp. 20.000 perorang, selama perjalan ternyata kami disuguhkan dengan film karya anak bangsa sehingga waktupun tidak terasa berlalu, dan kami pun dikagetkan dengan teriakan dari bapak kondektur
“iya pasar cipanas persiapa!!!”



dan kamipun dengan berat hati harus meninggalkan bis itu dengan film yang belum selesai di tonton. Kami turun tepat di depan istana cipanas,saat melihat jam tangan waktu menunjukan tepat pukul 22.00, setelah kami turun saya segera menghubungi ratu yang sudah dari tadi menunggu, karena pada rencananya tim kami yang berangkat dari bandung akan bertemu ratu dan widya di pasar cipanas. Tidak lama kami pun bertemu dengan widya dan ratu di pasar cipanas. Setelah bertemu kami tidak menunggu lama untuk mencari hotel satu malam kami untuk melepas lelah dan sekedar mengendurkan otot-otot yang telah lelah. Ratu bersama widya yang telah melakukan orientasi medan terlebih dahulu membawa kami berlima para pangeran tampan yang kecewa tidak melihat film sampai selesai ke sebuah mesjid, dan itulah hotel bintang lima kita malam ini, dalam pikirku tak apa lah yang penting bisa istirahat.

Hotel bintang lima tempat melepas lelah
setelah shalt, makan dan sedikit ngobrol, sekita jam 23.00 anak-anak mulai mencari lapak untuk istirahat, dan tidak lupa juga kami meminta izin ke warga setempat untuk beristirahat di sana.
Selasa 10 juli 2012
Sekitar jam 4.00 kami mulai bangun untuk persiapan shlat subuh, namun di saat kami masih dalam kondisi ngantuk, kami melihat teman kami restu sedang kebingungan mencari sepatunya, awalnya kami cuek karna berfikir mungkin restu lagi ngigo atau dia lupa menyimpan sepatunya, namun lama kelamaan wajah panik mulai muncul dari wajah restu, sambil panik dan bercampur ngantuk dia berkata
“sapatu urang kamana? Sapatu urang lengit ey”
Kamipun bertanya-tanya, apa iya sepatunya hilang, setelah kami coba bantu untuk mencari, kami sama sekali tidak mnemukan jejaknya sedikitpun, saat itu kami pun bingung harus berkata apa dan apa yang harus kami lakukan, saat itu juga nampak raut bingung dari wajah restu, hari yang naas buat restu hehhehehe
Ok hari ini di awali dengan hal yang menjengkelkan bagi restu, namun tidak mengendurkan semnagatanya untuk melakukan pendakian, sempat faisal berkata
“lamun sapatu urang anu lengit, balik deui uarng mah moal jadi”

Ok perjalanan berlanjut, sekitar jam 5.00 kami meninggalkan mesjid menuju pasar cipanas untuk memulai pendakian,namun sebelum memulai pendakian kami harus terdampar lagi di kantor camat cipanas, karena kami harus mengurus surat perizinan terlebih dahuli. Saya bersama faisal lah yang berhati besar untuk mengurusnya, karna ketua kami menyiapkan sarapan untuk kami.


Cukup lama saya dengan faisal di kantor TNGP untuk mengurus perizinan, jam 11.00 kami memulai perjalanan menuju pos pemberangkatan, untuk mencapai pos pemberangkatan kami mecarter angkot dengan ongkos masing-masin Rp. 5000 per orang, kembali di perjalanan kami mengalami sedikit hambatan, yaitu bensin angkotnya habis, namun masalah ini bisa segera di atasi, jam 11.15 kami sampai di pos pemberangkatan.
Shelter dan pos pemeriksaan

Selesai melapor dan memperlihatkan perizinan kami pun bergegas memulai pendakian yang sebenarnya, trek pendakian di awali dengan perkebunan palawija yang menghampar di sepanjang jalur pendakian, trek yang kami lewati dari pertama memulai pendakian sudak ngetrek banget waw banget lah pokonya

 
Trek awal pendakian
Setelah melewati perkebunan, kami melewati trek yang menggunakan anak tangga anak tangga dari tanah, dan trek seperti ini yang paling menguras tenaga bagi saya, treknya g kalah nanjak juga sama trek sebelumnya, mungkin kemiringan treknya sekitar 50-60 drajat lah. Jam 12.00 kami memutuskan untuk istirahat dan memasak, karena kami sudak cukup lapar, karena kami hanya sarapan kopi dan roti saat di bawah.
Makan siang di tengah perjalanan
Selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan lagi jam 13.00 dengan trek tanah dan hutan vegetasi yang mulai rapat dengan pohon-pohon besar, dan tidak sedikit pijakan yang kami injak seperti tangga adalah akar-akar dari pohon besar.





Pukul 17.30 kami tiba di alun-alun surya kencana timur, namun perjalanan menuju alun-alun ini merupakan trek puncak tersulit selama pendakian melalui jalur gunung putri, dengkul harus bertemu dada, tangan harus berusaha menggapai pegangan yang kuat untuk membantu menarik tubuh yang mulai merasa terbebabni oleh keril yang dibawa, namun ketika kami menginjakan kaki kami di alun-alun surya kencana, berat, lelah, lapar sirna terlahap oleh keindahan hasil karnya sang maestro keindahan, Allah SWT.
alun-alun suryakencana timur
Jarum jam dalam arlojiku terus berputar, dan kaki kami pun terus melangkah mengejar sinar yang dipancarkan oleh matahari yang telah lelah menyinari perjalanan kami selama sehari ini, alun alun barat yang kita tuju sebagai tempat peristirahatan kita malam ini, tempat kita mendirikan penginapan yang belum tentu orang lain rasakan, ketika angin meniup telinga kita, ketika udara membekukan sampai ke tulang kita, saat perjalanan menuju alun-alun baratlah yang memaksa aku terus memikirkan pendakian kali in, keindahan nuansa sore yang sebelumnya belum pernah saya alami, dan tidak banyak orang dapatkan, dalam pikirku tidak ada yang bisa membayar keindahan maha karya ini , alun-alun suryakencana yang begitu megah dan begitu indah dengan hamparan bunga edelwees yang tengah mekar.
Jam 18.00 kami memndirikan tenda, dan menyamankan diri kita dengan balutan jaket-jaket tebal dan perlindungan tenda, setelah selesai mempersiapkan segalanya, kami memulai memasak. Tidak teraa jam menunjukan pukul 21.00 setelah makan, sesi yang paling serupun di mulai yaitu sesi curhat, sesi yang akan menemani kami untuk melewati malam yang penuh bintang sampai pagi menjelang.

Rabu 11 juli 2012
Jam 5.00 pagi saya di bangunkan oleh teriakan-teriakan orang yang tengah menikmati dinginnya udara pagi itu dan pemandangan yang indah yang diselimuti kabut pagi. Saya bersama ratu, arif, dan widya pun tidak ingin melewatkan moment yang tidak setiap hari saya rasakan. Dingin, itu yang saya rasakan ketika menyusuri jalur yang tersinari oleh matahari terbit, semakin lama semakin lama dingin yang saya rasakan berubah menjadi sakit di kaki-kaki saya, karena saya tidak menggunakan kaos kaki, dan saya memutuskan untuk kembali ke tenda, saat kembali saya menikmati betapa indahnya bunga edelwees yang sedang mekar hmppmmmmmmm wanginya yang khas.



Alun - alun suryakencanabarat di saat pagi hari

Jam 10.00 kami meninggalkan alun-alun surya kencana setelah makan dan beres2, saat kita beres-beres kami di buat kagum oleh 2 orang pendakivyang umurnya tidak muda lagi, selai itu mereka tidak seperti kita yang telah menggunakan tekhnologi untuk melakukan pendakian, mereka hanya menggunakan pelastik cor sebagai tendanya, sepanduk sebagai alasnya, dan karung yang di beri tali sebagai ransel yang membawa peralatan mereka. Dalam hati wow......KEREN.
Jam 11.00 Kami sampai di puncak gede dan bender SBSM kembali berkibar di puncak gede untuk kesekian kalinya, kami bertemu denga beberapa tim pendaki, ada juga pendaki yang berasal dari bandung. Sudah puas menikmati pemandangan dan photo-photo di puncak gede, kami bergegas turun pada jam 12.00, kami berencana turun melalui jalur cibodas. Tiba di pos terakhir jam sudah menunjukan anggka 6, cukup lama memang untuk menuruni gunung gede melalui cibodas karena tereknya yang berbatu, selai itu kami cukup lama menikmati air panas, di sana kami masak dan mandi dulu.

Puncak gunung gede
Pada jam 19.00 kami tiba di jalan raya ci panas, dari kantor TNGP kami menggunakan angkot jurusan cipanas cibodas dengan ongkos Rp. 3000 per orang, dari jalan raya cipanas kami menggunakan angkot berwarna biru menuju cianjur karena baru dari cianjur kami bisa memperoleh bis yang menuju bandung, yaitu bis jurusan sukabumi bandung. Untuk mencapai cianjur dari jalan raya cipanas kami mengeluarkan ongkos sebesar Rp. 5000 perorang dan untuk bis dari cianjur menuju bandung Rp 10.000 per orang.


Jalan raya ci panas
Jam 22.00 kami tiba di lbandung dan kami langsung melanjutkan perjalanan ke kampus STKS.

Foto-foto: